Senin, 14 November 2011

Antipasi dalam pencegahan Nyamuk Aedes aegepty

Contoh di Bekasi Selatan
 - Dinas Kesehatan Kota Bekasi,  gencar melakukan upaya pencegahan penyakit demam berdarah dengue pada musim pancaroba melalui aktivitas aksi kebersihan, yang
dihubungan dengan upaya meraih Adipura.
"Sesuai informasi dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), sebagian besar daerah di Indonesia mulai diguyur hujan pada Oktober 2011, sehingga masyarakat harus waspada pada penyakit pada musim pancaroba," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Anne Nur Chandrani, di Bekasi, Senin.
Menurut dia, di musim pancaroba seperti sekarang ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi tidak lagi mengkhawatirkan merebaknya penyakit demam berdarah dengue (DBD) karena upaya pencegahan yang berkorelasi dengan semangat merebut kembali Piala
Adipura diyakini efektif.
Anne mengatakan, upaya tersebut ialah penggalakan pemberantasan sarang nyamuk di rumah-rumah warga.
Pemberantasan digalakkan seiring kampanye program ketertiban, kebersihan, dan keindahan (K3) hingga ke lingkungan kelurahan.
"Kami selaraskan dua program ini. Pertimbangannya, dengan melaksanakan program K3, warga terdorong untuk menjamin lingkungannya tetap bersih. Lingkungan kotor berupa
genangan-genangan air yang menjadi tempat tumbuh kembang nyamuk 'Aedes aegypti' penyebar DBD dibersihkan. Otomatis, potensi nyamuk bersarang pun dimusnahkan," ujarnya.
Pihaknya saat ini lebih berkonsentrasi pada upaya pencegahan berupa pemberantasan sarang nyamuk dengan melakukan pengasapan di lokasi yang telah terjangkit nyamuk.
"Jangan sampai jentiknya dibiarkan dan tetap berpotensi menyebar penyakit kala bertambah besar," katanya.
Ia menjelaskan, kampanye pemusnahan sarang nyamuk lebih digencarkan Dinkes ke daerah-daerah yang potensinya tinggi akan terjangkit penyakit DBD. Salah satu lokasinya berada di Kecamatan Bekasi Timur, tepatnya daerah Karang Kitri.
"Di sana rawan karena penduduknya padat," kata Anne.
Lebih lanjut Anne mengatakan, Dinkes tidak terlalu khawatir menghadapi musim pancaroba kali ini. Selain karena pencegahan telah dilakukan maksimal, juga karena tren DBD cenderung turun. Puncaknya terjadi pada Mei 2011 dan setelahnya berangsur turun.

0 komentar:

Posting Komentar

My Blog List

Lorem Ipsum

About This Blog

Lorem Ipsum

Lorem Ipsum

Lorem

beberapa jenis penyakit

penyakit kelenjar

Tutorial Blog

Diberdayakan oleh Blogger.

Simple Me..

Pengikut